Ganyong
Ganyong (
Canna discolor L. syn.
C. edulis,
suku kana-kanaan atau
Cannaceae) adalah sejenis tumbuhan penghasil
umbi
yang cukup populer namun kelestariannya semakin terancam karena tidak
banyak orang yang menanam dan mengonsumsinya. Umbi ganyong mengandung
pati, meskipun tidak sebanyak
ubi jalar.
Ganyong masih berkerabat dekat dengan
kana hias.
Ganyong memiliki identifikasi ilmiah Canna edulis Kerr, adalah
tanaman yang umumnya banyak dikenal didaerah pedesaan. Sebenarnya,
tanaman ganyong ini awalnya berasal dari daerah Amerika Selatan, namun
sudah lama akrab diantara masyarakat kita khsusunya para petani. Ganyong
banyak memiliki persamaan nama lain dibeberapa daerah di Indonesia,
yaitu buah tasbih, ubi pikul, ganyal, ganyol, sinetra dll. Istilah
dimancanegara untuk menyebut ganyong adalah dengan sebutan Queensland
Arrowroot. Ganyong merupakan jenis tanaman umbi-umbian, atau yang banyak
dimanfaatkan rimpangnya untuk dikonsumsi.
Ganyong termasuk dalam tanaman dwi tahunan (2 musim), atau sampai
beberapa tahun, cuma tanaman ganyong ini ada masa istirahat dari satu
tahun ke tahun berikutnya. Dalam masa istirahat, seluruh batang tanaman
ganyong akan mengering, dan seolah sudah mati. Padahal umbinya masih
segar, dan akan tumbuh lagi jika da musim penghujan.
Kandungan Gizi Ganyong
Ganyong mengandung cukup tinggi karbohidrat, selain itu menurut Data
Direktorat Gizi Depkes RI, kandungan gizi Ganyong untuk setiap 100 gram
nya terdiri dari kalori 95,00 kal, protein 1,00 g, lemak 0,11 g,
karbohidrat 22,60 g, kalsium 21,00 g, fosfor 70,00 g, zat besi 1,90 mg,
vitamin B1 0,10 mg, vitamin C 10,00 mg, air 75,00 g.
Manfaat ganyong bagi kesehatan
Umbi ganyong dapat menjadi bahan pangan alternatif saat paceklik.
Saat harga bahan makanan pokok naik, umbi ganyong dapat menjadi salah
satu pilihan karena cukup murah dan bergizi. Dalam pati ganyong terdapat
80% karbohidrat dan 18% air.
Kadar pati yang tinggi pada umbi ganyong merupakan peluang yang baik
sebagai bahan baku industri, seperti sirup glukosa dan alk*hol.
Baik untuk balita
Umbi ganyong sangat baik bagi pertumbuhan anak balita, karena ganyong mengandung fosfor, zat besi, dan kalsium yang tinggi.
Khasiat Obat
Umbi ganyong juga berkhasiat untuk obat antipiretik dan diuretik, serta bagus juga untuk penyakit diare, hepatitis akut,
hipertensi, radang saluran kencing, dan panas dalam.
Panas dalam:
Untuk mengobati panas dalam- Umbi ganyong
30 g, Rimpang temu lawak 30 g, Air 700 ml. Semua bahan direbus hingga
mendidih selama 15 menit. Diminum ketika sudah hangat 2 kali sehari
Radang saluran kencing - Umbi ganyong 40 g,
Daun kumis kucing 30 g, Akar alang-alang 20 g, Air 600 ml. Bahan
direbus hingga mendidih selama 15 menit. Ramuan dapat diminum hangat
saat pagi dan sore.
Baik bagi tulang
Kalsium adalah senyawa kimiawi yang berguna untuk membangun dan
memperbaiki tulang. Ganyong mengandung cukup tinggi kalsium, yaitu
21,00gram untuk 100 gramnya. Selain itu, ganyong juga sangat mudah
dicerna, dan tentunya sangat baik untuk kesehatan usus kita.
Alternatif Pengganti Beras
Disaat musim paceklik, ganyong bisa menjadi bahan alternatif
pengganti beras yang cukup lezat. Hal ini ganyong banyak mengandung
karbohidrat dan kalori, dimana karbohidrat selain mengenyangkan, juga
merupakan bahan baku tubuh untuk menghasilkan energi bersama kalori.
Manfaat lain Ganyong
Umbi ganyong dapat dikonsumsi hanya dengan jalan direbus hingga
matang. Biasanya umbi tanaman ini dimakan sebagai camilan, atau
menggantikan makanan pokok karena cukup mengandung karbohidrat dan
mengenyangkan. Manfaat lain dari umbi ganyong adalah untukdiambil tepung
patinya, dan dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kue, bihun, bahkan
produk makanan bayi. Berikut manfaat tepung/pati ganyong:
Campuran Bihun - Bihun adalah istilah yang
berasal dari bahasa cina, yang bisa berarti beras. Jadi sesuai dengan
namanya, bahan baku bihun adalah beras. Namun beras untuk pembuatan
bihun harus tinggi kandungan amilosanya dan rendah kandungan
amilopektinnya, sehingga menghasilkan gel yang kaku pada bihun.
Perkembangan ilmu pengetahuan hingga sekarang ini, bihun tidak hanya
dibuat dari beras saja, namun juga dapat dibuat dari campuran tepung
jagung dan tepung tapioka. Tepung tapioka di sini juga dapat digantikan
oleh tepung ganyong.
Bahan Makanan Campuran untuk Bayi - Tepung
ganyong terkenal dengan daya cernanya yang tinggi, maka sangat cocok
sekali untuk bahan makanan bayi. Jika untuk makanan bayi, maka tepung
ganyong yang tinggi karbohidrat masih perlu untuk diperkaya dengan bahan
lain, misalnya bahan makanan sumber protein. Pembuatan makanan untuk
bayi dengan tepung ganyong ini samasaja dengan cara membuat bubur susu,
yaitu campuran bahan dicampur dengan air lalu dipanaskan sampai
mengental dan masak. Untuk pelengkap gizi, dapat ditambahkan susu bubuk
bayi atau susu sapi, serta penambah rasa yaitu gula dan garam.
Bahan keripik Ganyong - Didaerah sentral
produksi Ganyong, yaitu Klaten, Wonosobo, Purworejo, Majalengka,
Sumedang, Ciamis, Cianjur, Garut, Lebak, Subang, Karawang hingga
Probilonggo, selain diambil patiya, ganyong juga dimanfaatkan sebagai
bahan pembuatan keripik ganyong.
Peringatan!
Umbi ganyong ternyata memiliki senyawa antinutrisi, yaitu tanin dan
saponin. Tanin akan membentuk kompleks dengan protein dalam sistem
pencernaan, berinteraksi dengan enzim pencernaan. Tanin juga dapat
menurunkan daya cerna protein, menghambat aktivitas beberapa enzim
pencernaan seperti tripsin, kimotripsin, amilase dan lipase. Sedangkan
saponin merupakan toxin yang bisa menghancurkan butir darah atau
hemolisis. Saponin juga meiliki kemampuan mengikat dengan kolesterol.
Namun kedua senyawa tanin dan saponin ini akan hilang setelah ganyong
melalui proses pengolahan, yaitu perebusan, perendaman, dan pemanasan.